berita

Banjir di Rumbai Pesisir, Polisi Gendong Nenek Buta dan Ibu Melahirkan ke Tempat Aman

Jumat, 7 Maret 2025 | 09:05 WIB
Polair Polda Riau Evakuasi Nenek Tunanetra dan Ibu Pendarahan di Banjir Rumbai (MCR)

RIAUMAKMUR.COM - Banjir yang melanda Kelurahan Meranti Pandak dan Sri Meranti di Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, telah memaksa ratusan warga mengungsi.

Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Riau turun tangan mengevakuasi warga terdampak, termasuk seorang nenek buta dan ibu yang baru melahirkan serta mengalami pendarahan.

Wakil Direktur Polairud Polda Riau, AKBP Andi Yul, menyampaikan bahwa timnya telah mengevakuasi sejumlah warga dengan kondisi khusus.

Baca Juga: 4 Daerah di Riau Terendam Banjir, 13.813 Jiwa Terdampak, Ini Instruksi Gubri

"Kami mengevakuasi seorang nenek buta, seorang ibu yang baru melahirkan tiga hari lalu dan mengalami pendarahan, serta beberapa nenek lanjut usia lainnya," ujar Andi Yul, Kamis (6/3/2025).

Evakuasi dilakukan menggunakan tiga unit perahu karet dengan melibatkan 12 personel Ditpolairud. Para petugas bahkan menggendong lansia untuk memastikan mereka dapat dievakuasi dengan aman ke tempat pengungsian.

"Ibu yang baru melahirkan dan mengalami pendarahan langsung dibawa ke rumah sakit oleh Iptu Imbang untuk mendapatkan perawatan medis," tambahnya.

Sementara itu, para lansia yang dievakuasi ditempatkan di tenda pengungsian yang telah disediakan.

Berdasarkan data yang dihimpun, banjir telah berdampak pada sekitar 5.668 kepala keluarga (KK) di dua kelurahan tersebut. Rinciannya, 2.004 KK di Kelurahan Meranti Pandak dan 3.664 KK di Kelurahan Sri Meranti. Ketinggian air bervariasi antara 40 hingga 120 sentimeter.

Baca Juga: Banjir Melanda Tiga Kabupaten di Riau, Status Siaga Darurat Diperpanjang hingga Maret 2025

Selain melakukan evakuasi, personel Ditpolairud juga membantu warga mengamankan barang berharga dan kendaraan mereka yang terendam banjir.

Pendataan jumlah KK terdampak juga dilakukan untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran.

"Kami terus berupaya membantu masyarakat terdampak banjir. Kami juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas," ujar Andi Yul.

Ditpolairud telah berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. Bantuan logistik, seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan, terus disalurkan ke lokasi pengungsian.

"Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan siap memberikan bantuan tambahan jika diperlukan," tegas Andi Yul.

Halaman:

Tags

Terkini