RIAUMAKMUR.COM - Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU), Hilman Latief, kembali mengimbau para jemaah calon haji agar mengurangi aktivitas fisik menjelang puncak ibadah haji yang diperkirakan berlangsung dalam kondisi cuaca sangat panas.
Wukuf di Arafah pada 5 Juni 2025 diprediksi akan menghadirkan suhu mencapai 50 derajat Celcius.
“Kementerian Haji dan Umrah Kerajaan Saudi Arab berpesan, bahwa pada saat puncak haji nanti panasnya masih tinggi, dan bahkan lebih tinggi dari pada hari ini,” ujar Hilman Latief di Makkah, Selasa (27/5/2025), dikutip dari laman resmi Kemenag.
Baca Juga: 125.729 Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Arab Saudi, Gelombang II Masih Terus Berdatangan
Dirjen PHU menegaskan pentingnya jemaah untuk lebih banyak berdiam di dalam tenda jika tidak ada keperluan mendesak.
Hal ini guna menghindari risiko heatstroke atau serangan panas yang dapat membahayakan kesehatan.
Pemerintah telah menyiapkan berbagai fasilitas di dalam tenda Arafah, seperti kasur, bantal, selimut, dan pendingin ruangan, guna membantu kenyamanan jemaah selama menjalankan ibadah.
Hilman juga menyarankan agar jemaah dapat memanfaatkan waktu di tenda untuk beribadah lain seperti dzikir dan tadarus Al-Quran.
Sebelumnya, pemerintah juga mengingatkan jemaah untuk membatasi kegiatan fisik tambahan seperti ziarah ke luar kota atau umrah sunah yang berulang kali.
“Jangan terlalu banyak menguras tenaga untuk kegiatan tambahan. Simpan energi untuk wukuf di Arafah dan rangkaian ibadah lainnya yang lebih utama,” kata Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Akhmad Fauzin, saat konferensi pers pada 22 Mei 2025 lalu.
Fauzin menambahkan, jemaah tidak perlu memaksakan diri untuk selalu salat di Masjidil Haram jika kondisi fisik kurang mendukung. “Yang penting ibadah tetap jalan, fisik tetap bugar,” tegasnya.