RIAUMAKMUR.COM - Ada tiga sentimen market pada minggu ini perlu diperharikan para investor.
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Dimas Krisna Ramadhani, Senin (11/9/2023) menjelaskan inflasi Amerika, produksi industri China dan neraca perdagangan Indonesia perlu jadi perhatian yang akan mempengaruhi IHSG.
Menurutnya, Inflasi Amerika pada Juli yang berada di level 3,2% YoY dan masih jauh dari target yang ditetapkan yang berada di level 2%, terangnya, akan sangat berpengaruh terhadap kebijakan suku bunga The Fed yang akan ditentukan pada 21 September mendatang.
Baca Juga: Pengunjuk Rasa GMRB Minta Wabup Rohil Diperiksa
Sementara terkait produksi industri China, dalam 4 bulan terakhir trend cenderung menurun secara bulanan yang disebabkan kenaikan aktivitas manufaktur yang lebih lambat.
Ini mendukung data bahwa ekonomi China memang sedang melambat dan tidak hanya terjadi pada sektor propertinya.
Menariknya, meski ekonomi China sedang melambat, dari dalam negeri neraca perdagangan Indonesia mencatatkan surplus dalam 39 bulan terakhir dan diprediksi masih akan mencatatkan surplus yang disebabkan peningkatan ekspor komoditas seperti nikel seiring harga komoditas global yang masih tinggi.
Baca Juga: Profil Jimin BTS: Jejak Karier Sang Vokalis dan Penari Berbakat
Berdasar data-data ekonomi dan sejumlah sentimen tersebut Dimas merekomendasikan 5 saham untuk trading pada minggu ini hingga 15 September 2023 yakni Buy on Pullback BBNI (Support: 8.900, Resistance: 10.000), Buy on Pullback GOTO (Support: 89, Resistance: 108), Buy on Pullback MEDC (Support: 1.310, Resistance: 1.790), Buy on Pullback PTPP (Support: 630, Resistance: 825) dan Buy TPMA (Support: 555, Resistance: 700).
Dirinya menambahkan IHSG ditutup di level 6.925 atau melemah tipis sebesar -52 poin atau -0.75% pada akhir perdagangan pekan lalu.
Ada sejumlah sentimen yang memengaruhi market pada minggu lalu.
Ia menyebutkan ada tiga sentimen pada minggu lalu yakni Neraca dagang China, Pemangkasan produksi oleh OPEC+ dan Indeks FTSE low carbon.
Terkait neraca dagang China, terangnya, China sebagai partner dagang terbesar Indonesia ini mencatatkan surplus sebesar USD 68,36 bio (<73,9 bio konsensusnya).
"Namun perlu dicatat surplus neraca perdagangan yang terjadi di China untuk Agustus merupakan surplus terkecil dalam 3 bulan terakhir yang disebabkan oleh penurunan ekspor yang lebih dalam dibanding impor dipicu oleh lemahnya permintaan dari dalam negeri maupun mitra dagang luar negeri China," jelasnya.
Artikel Terkait
Pascalibur Panjang Investor Saham Eropa Menguat
Begini Operasional dan Kinerja Saham Waskita Usai Dirut Ditetapkan Tersangka
Erick Thohir Jawab Mengapa Saham PHE Belum Go Public
Optimis IHSG Rebound Pekan Ini, Serok Cuan Dari Beberapa Saham Ini
Pemegang Saham Tolak Rencana Bangun PLTU Batu Bara Adaro, Rusak Lingkungan
Laba Bersih Naik, Indosat Bagikan Dividen Tahun Buku 2022 Sebesar Rp2 Triliun, Senilai Rp255,7 per Saham
Ada Tiga Sentimen Negatif IHSG Pekan Ini, Beberapa Rekomendasi Saham Pekan Ini
Ini Rekomendasi Saham 3 Hari Bursa Pekan Ini, Perhatikan Sejumlah Sentimen Ini
Hari Market Hanya 2 Hari Pekan Ini, Ini Sejumlah Sentimen dan Rekomendasi Saham Trading
Ada 4 Sentimen Yang Diprediksi Pengaruhi Pasar Saham, Ini Sejumlah Rekomendasi Aksi Pasar Modal