Baca Juga: Kampanye Boleh di Instansi Pendidikan, KPU Riau Masih Tunggu Pedoman Teknis
Ia menambahkan ini tidak terlepas dari kondisi ekonomi China yang saat ini sedang slowing down yang salah satunya disebabkan oleh melambatnya sektor properti yang menyumbang sekitar 20-30% GDP China (Evergrande dan Country Garden yang mengajukan perlindungan kebangkrutan dan gagal bayar kupon obligasi).
Sentimen kedua yakni pemangkasan produksi oleh OPEC+, dimana Arab saudi memangkas 1 jt barel/hari, Russia 300 rb barel/hari hingga akhir tahun membuat harga minyak berjangka WTI naik dan sempat diperdagangkan di harga $87 per barel dan merupakan level tertinggi sejak November.
Saham energi seperti MEDC dan AKRA naik signifikan dan memicu komoditas substitusi juga ikut naik seperti batu bara naik 1% sepanjang minggu lalu, seperti ADRO naik 7% sepanjang pekan lalu.
Baca Juga: Tangkap Warga Rempang yang Ingin Pertahankan Daerahnya, Aparat Disebut Berlebihan
Sementara itu terkait Indeks FTSE low carbon, terang Dimas, impact ke GOTO karena masuknya GOTO ke indeks ESG global berarti sudah diakui dan lolos seleksi dari semua kriteria yang ada, ini suatu hal yang positif karena GOTO memiliki eksposur yang semakin luas secara global.
Harga saham GOTO terpantau menguat signifikan pada sesi I perdagangan Kamis, 7 September 2023. Harga ditutup naik 5,49% ke Rp 96/saham. Nilai transaksi pun tembus Rp 370 miliar di sesi I.
Adapun sektor yang menjadi top gainers pada minggu lalu yakni sektor basic materials yang tertopang emiten AMMN yang naik 17% dan sektor transport & logistic tertopang emiten GIAA yang naik signifikan 12%.
Baca Juga: Kerjasama dengan Kejari, Rp3,5 Miliar Masuk ke Kas Daerah
Sementara itu sektor yang menjadi top losers pada minggu lalu yakni sektor properties & real estate karena bayang-bayang kenaikan suku bunga The Fed dan sentimen negatif sektor properti China.
Sektor kedua yang jadi top loser minggu lalu yakni sektor consumers non-cyc karena pelemahan pada saham-saham CPO yang disebabkan harga komoditas CPO anjlok 5,2% dalam seminggu terakhir berada di level MYR3.830 per ton. Ia menengarai hal ini dikarenakan persediaan minyak sawit Malaysia pada akhir bulan Agustus kemungkinan melonjak ke level tertinggi dalam enam bulan sebesar 1,89 juta ton karena produksi meningkat dan ekspor melambat.
Artikel Terkait
Pascalibur Panjang Investor Saham Eropa Menguat
Begini Operasional dan Kinerja Saham Waskita Usai Dirut Ditetapkan Tersangka
Erick Thohir Jawab Mengapa Saham PHE Belum Go Public
Optimis IHSG Rebound Pekan Ini, Serok Cuan Dari Beberapa Saham Ini
Pemegang Saham Tolak Rencana Bangun PLTU Batu Bara Adaro, Rusak Lingkungan
Laba Bersih Naik, Indosat Bagikan Dividen Tahun Buku 2022 Sebesar Rp2 Triliun, Senilai Rp255,7 per Saham
Ada Tiga Sentimen Negatif IHSG Pekan Ini, Beberapa Rekomendasi Saham Pekan Ini
Ini Rekomendasi Saham 3 Hari Bursa Pekan Ini, Perhatikan Sejumlah Sentimen Ini
Hari Market Hanya 2 Hari Pekan Ini, Ini Sejumlah Sentimen dan Rekomendasi Saham Trading
Ada 4 Sentimen Yang Diprediksi Pengaruhi Pasar Saham, Ini Sejumlah Rekomendasi Aksi Pasar Modal