ekonomi-bisnis

Palaku Usaha di Bidang Hiburan Termasuk Inul Daratista Protes Kenaikan Pajak Hiburan

Senin, 15 Januari 2024 | 19:28 WIB
Ilustrasi pajak hiburan (Ilustrasi/Pixabay)

RIAUMAKMUR.COM - Pelaku usaha dibidang hiburan dan kesenian menjerit dengan aturan kenaikan pajak pemerintah di bidang hiburan.

Pajak sektor usaha hiburan naik ke kisaran 40% hingga 75%. Ini membuat beban para pelaku usaha ikut bertambah tentunya. Tak ayal ini dikeluhhkan para pelaku usaha hiburan, termasuk Inul Daratista.

Ketetapan kenaikan pajak hiburan hingga 75% diatur dalam UU No. 1/2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (HKPD).

Baca Juga: Riau Dilanda Banjir, Caleg Dilarang Kampanye, Kasih Bantuan Tidak Boleh Pakai Embel-embel Caleg dan Parpol

Adapun sektor usaha yang terkena pajak ini yakni jasa hiburan pada diskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandi uap/spa.

Para pelaku usaha di sektor ini pun menjerit dengan pemberlakuan pajak tersebut.

Baca Juga: Alarm Tanda Darurat Untuk Indonesia, Transaksi Judi Online Bernilai Fantastis di Indonesia, Capai Rp 517 Triliun

Ketua Umum Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Hariyadi Sukamdani menyampaikan bahwa pemberlakuan kenaikan tarif PBJT yang tinggi justru akan mematikan industri jasa hiburan.

Hal senada juga diutarakan Ketua Asosiasi Spa Terapis Indonesia (ASTI), Mohammad Asyhadi yang menyebut bahwa munculnya aturan 40 persen pajak PBJT berpotensi mematikan usaha spa di seluruh Indonesia, karena harga jasa spa otomatis akan naik sehingga akan mengurangi minat masyarakat melakukan terapi kesehatan.

Baca Juga: 70 Trainee Chuang Asia di Thailand Akhirnya Terungkap! Ada 2 Peserta Indonesia Hingga 4 Anggota Grup KPop CSR

Tak hanya itu, Penyanyi Dandut Kondang Inul Daratista yang memiliki uaha karaoke juga turut bersuara memprotes kebijakan pemerintah tersebut.

Dalam akun media sosial X (yang sebelumnya Twitter), Inul menyampaikan dirinya keberatan dengan adanya rencana kenaikan tersebut. "Pajak hiburan naik dari 25% ke 40-75% sing nggawe aturan mau ngajak modyar tah!!," tulisnya.

 

Tags

Terkini