RIAUMAKMUR.COM - Di tengah ketegangan perang dagang global, bahkan tempat paling sunyi di Bumi pun tak luput dari bidikan kebijakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pulau Heard dan Kepulauan McDonald, dua wilayah terpencil milik Australia yang hanya dihuni penguin dan tidak memiliki aktivitas manusia, secara mengejutkan masuk dalam daftar wilayah yang dikenai tarif dagang oleh AS.
Padahal, untuk mencapai dua pulau tak berpenghuni itu saja butuh pelayaran dua minggu dari Perth, Australia Barat.
Baca Juga: Trump Gebuk Ekspor RI, Prabowo Lawan dengan BRICS dan Hilirisasi
Tidak ada pelabuhan, tidak ada gedung, tidak ada manusia, hanya koloni penguin dan cuaca ekstrem khas Antartika.
Namun, keduanya kini resmi dikenai tarif dagang sebesar 10 persen oleh pemerintahan Trump, sebagaimana dilaporkan The Guardian, Sabtu (5/4/2025).
Kebijakan ini sontak menjadi sorotan dunia internasional karena menyoroti betapa luas dan, dalam beberapa kasus, tampaknya serampangan kebijakan perdagangan AS.
Baca Juga: Luhut Prediksi Kebijakan Trump Tekan Laju Ekonomi Global
Tarif untuk Wilayah yang Tak Pernah Berdagang
Pulau Heard dan McDonald bukan satu-satunya wilayah eksternal Australia yang terkena imbas.
Pulau Christmas, Kepulauan Cocos (Keeling), dan Pulau Norfolk juga turut masuk daftar sanksi.
Ironisnya, data perdagangan dari wilayah-wilayah tersebut sangat minim, bahkan nyaris tidak ada.
Pulau Norfolk misalnya, dikenai tarif lebih tinggi hingga 29 persen. Padahal menurut George Plant, administrator wilayah itu, "Tidak ada ekspor yang diketahui dari Pulau Norfolk ke Amerika Serikat."
Data dari OEC yang menyebut adanya ekspor alas kaki kulit senilai lebih dari 400.000 dolar AS pun diragukan validitasnya.
Hal yang lebih menggelikan muncul dari Pulau Heard dan McDonald.
Data Bank Dunia menyebut AS mengimpor barang senilai 1,4 juta dolar AS dari wilayah tersebut pada 2022, mayoritas berupa produk mesin dan listrik.