RIAUMAKMUR.COM - Untuk menciptakan suasana ruangan yang harum dan menyenangkan, penggunaan diffuser kini menjadi pilihan populer.
Selain sebagai pengharum ruangan, diffuser juga berfungsi sebagai elemen dekoratif yang mempercantik tampilan interior rumah.
Terdapat dua jenis diffuser yang umum digunakan, yaitu reed diffuser dan mist diffuser.
Baca Juga: Battle Kuteks di Bawah Rp10.000, Implora vs Tone: Mana yang Lebih Worth It?
Meskipun keduanya memiliki fungsi utama sebagai penyebar aroma, masing-masing memiliki karakteristik dan cara kerja yang berbeda.
Reed diffuser dikenal memberikan kesan vintage dan natural, sementara mist diffuser dengan desain modern kerap memberikan kesan mewah atau elegan.
Secara teknis, reed diffuser bekerja tanpa listrik. Aroma disebarkan melalui batang kayu atau rotan yang menyerap minyak aromaterapi dari botol dan menyebarkannya ke udara.
Intensitas aroma bergantung pada jumlah batang yang digunakan dan seberapa sering dibalik.
Wanginya pun cenderung lembut dan memudar seiring waktu.
Berbeda dengan itu, mist diffuser membutuhkan sumber daya listrik atau baterai untuk menghasilkan uap yang membawa aroma ke seluruh ruangan.
Keunggulan mist diffuser terletak pada pengaturan intensitas aroma dan durasi penyebaran.
Beberapa model memungkinkan pengguna mengatur kapan diffuser menyemprotkan aroma, sehingga lebih fleksibel dan efisien.
Baca Juga: Aroma Relaksasi dari Daun Kemangi Bisa Redakan Stres, Ini Manfaat Lainnya
Dari segi biaya dan perawatan, reed diffuser umumnya lebih ekonomis dan tidak membutuhkan energi listrik.
Namun, pengguna perlu lebih aktif dalam mengatur penyebaran aroma, seperti membalik batang secara berkala.