“Saya sempat diseret dan dikurung di kandang macan. Susah buang air besar, saya nggak kuat. Akhirnya saya lari lewat hutan,” kenangnya.
Namun pelariannya hanya sejenak. Ia ditemukan kembali dan mengalami kekerasan yang lebih brutal.
“Saya disetrum di bagian kelamin, rambut ditarik, saya ngompol di tempat, lalu saya dipasung,” ucapnya dengan suara lirih.
Cerita-cerita seperti inilah yang mendorong KemenHAM untuk bergerak cepat agar keadilan ditegakkan, dan luka para korban perlahan dipulihkan.***
Artikel Terkait
Dokter PPDS Rudapaksa Anak Pasien di RSHS, Modus Periksa Darah
Polisi Temukan Motif Mengagetkan Dokter PPDS yang Bius dan Rudapaksa Anak Pasien
Dokter PPDS Unpad yang Rudapaksa Anak Pasien RSHS Sempat Coba Bunuh Diri
Kemenkes Tindak Tegas Kasus Kekerasan Seksual oleh Dokter PPDS Unpad di RSHS Bandung
Kejam! Dokter PPDS Rudapaksa Anak Pasien yang Sedang Kritis, Kini Korban Kehilangan Ayah
Korban Dokter PPDS Bejat Bertambah Jadi 3, 2 Diantaranya Masih Pasien Aktif di RSHS
Kemenkes Cabut Permanen STR Dokter PPDS dr Priguna Anugerah Pratama, Tak Bisa Praktik Seumur Hidup
Dimaafkan Bukan Berarti Lolos! Keluarga Korban Dokter PPDS Bejat Tetap Tuntut Keadilan
Motif Rudapaksa Dokter PPDS Priguna Anugerah Pratama, Polisi Ungkap Kecenderungan Seksual Menyimpang