politik

Survey LSI, Orang yang Mengaku NU Lebih Banyak Ketimbang Muhammadiyah

Rabu, 6 September 2023 | 21:04 WIB
Bendera Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

RIAUMAKMUR.COM, - Dalam kurun waktu kurang lebih 18 tahun, terjadi perubahan drastis antara warga Nahdlatul Ulama (NU) dengan Muhammadiyah.

Penelitian tentang NU dan Muhammadiyah ini dilakukan oleh Lingkaran Survei Indonesia (LSI).

Pendiri LSI, Denny JA mengungkapkan, keluarga besar NU mengalami kenaikan drastis selama hampir dari dua dekade terakhir, sedangkan pengikut dari Muhammadiyah mengalami penurunan.

Baca Juga: Ini Ternyata yang Bikin Organisasi Muhammadiyah Stabil, Suara Terbanyak Belum Tentu Mau Jadi Ketua


“Mereka yang merasa bagian dari NU jumlahnya bertambah banyaknya drastis sekali. Sebaliknya mereka yang merasa bagian keluarga besar Muhammadiyah berkurangnya, berkurang sekali dan berkurangnya drastis sekali,” kata Denny dalam video yang disiarkan di YouTube Orasi Denny JA bertajuk ‘Denny JA: NU menaik, Muhammadiyah menurun, Mengapa?, dipantau di Jakarta, Selasa (5/9/2023).

Berdasarkan data yang diperoleh dari lembaga surveinya, Denny menjelaskan bahwa terjadi kenaikan yang sangat drastis dari jumlah masyarakat yang mengaku sebagai bagian dari NU. Hal ini ditunjukkan dengan persentase publik yang merasa menjadi bagian dari NU sebanyak 27,5 persen di tahun 2005 naik menjadi 56,9 persen di tahun 2018.

“Jadi ini jumlahnya lebih dari separuh populasi Indonesia menyatakan mereka bagian dari NU naiknya hampir dua kali lipat.” ujarnya.

Baca Juga: Minangkabau Patut Berbangga, Gedung Muhammadiyah di Makassar Pakai Arsitektur Rumah Gadang, Ini Alasannya

Di lain sisi, jumlah masyarakat yang mengaku sebagai bagian dari Muhammadiyah mengalami penurunan dari yang semula berada di angka 9,4 persen di tahun 2005 menjadi 5,7 persen di tahun 2018.

Menurutnya, penurunan sebesar 3,7 persen ini menjadi angka yang drastis sekali karena hampir separuh mereka kehilangan pengikutnya. “Turunnya drastis sekali hampir separuh,” ungkapnya.

Lantas Denny pun menyebut proses pengangkatan calon anggota atau kaderisasi menjadi alasan utama mengapa terjadi penurunan jumlah jemaah mereka. Ia menilai proses kaderisasi tersebut menjadi masalah besar yang harus segera ditangani oleh pihak Muhammadiyah agar jumlah dari masyarakat yang mengaku sebagai pengikutnya tidak kembali mengalami penurunan.

Baca Juga: Untuk Memperluas Gerakan Dakwah Muhammadiyah, PWM Riau Dorong Kader Ikut di Pemilu 2024, Ini Penjelasannya..

“Dan kita ingin Muhammadiyah sebagaimana NU untuk terus tumbuh karena mereka mewakili dua segmen modern di Indonesia,” ucapnya.***

Tags

Terkini