RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Wakil Menteri ATR, Raja Juli Antoni, mendapat pujian dari tokoh Muhammadiyah, karena sudah memberikan kontribusi nyata untuk memajukan organisasi Muhammadiyah.
Ketua Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah Riau, Dr Hendri Sayuti, mengatakan, Raja Juli Antoni, adalah satu-satunya putra asli Riau, yang diberi amanah masuk dalam jajaran kabinet.
Di usianya yang masih muda, lanjut Dr Hendri Sayuti, karir politik Raja Juli Antoni, yang merupakan kader Muhammadiyah sudah bisa mencapai level sekarang.
Baca Juga: Musywil Pemuda Muhammadiyah Riau, Ini Pesan Sekjend PP Pemuda Muhammadiyah, Tiga Parameter Ini Wajib Dimiliki
"Jadi beliau ini sangat potensial, setelah ini kita doakan, amanah yang diberikan kepada dia, bisa dijalankan dengan baik," ujar Dr Hendri Sayuti, saat acara pembukaan Musyawarah Wilayah (Musywil) PW Pemuda Muhammadiyah Riau, Sabtu (25/11/2023).
Meski baru menjabat sebagai Wakil Menteri ATR selama satu tahun lebih, jelas Dr Hendri Sayuti, Raja Juli Antoni, sudah menyelesaikan persoalan administrasi tanah wakaf milik organisasi Muhammadiyah.
"Pak Wamen ini berjanji bahwa sampai akhir masa jabatan Presiden Joko Widodo, Oktober 2024, semua administrasi wakaf tanah sudah selesai. Dan sampai hari ini beberapa sudah selesai," terangnya.
Baca Juga: Musywil Pemuda Muhammadiyah Riau, Firdaus Minta Program Kaderisasi Harus Ditingkatkan
Dr Hendri Sayuti mengajak seluruh kader Muhammadiyah untuk bisa memanfaatkan momen Pemilu 2024 ini, sebagai bentuk upaya membesarkan organisasi Muhammadiyah kedepannya.
"Mudah-mudahan semua kader kita yang maju di Pemilu 2024 ini, termasuk Pak Wamen, bisa dipermudah jalannya oleh Allah SWT," tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjend) Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Najih Prastiyo, mengakui ketokohan dari Raja Juli Antoni.
Baca Juga: Ini Ternyata yang Bikin Organisasi Muhammadiyah Stabil, Suara Terbanyak Belum Tentu Mau Jadi Ketua
"Di Jakarta, mentor pemuda adalah beliau ini, pengabdian beliau kepada program kaderisasi Muhammadiyah tidak diragukan lagi. Teman-teman di Riau, harus bisa menjadikan beliau raja yang sebenarnya, bukan sebatas nama saja," katanya.***