politik

Studi Kampanye Deliberatif di Pemilu 2024: Solusi untuk Demokrasi Berkualitas di Kampung Dayun

Senin, 25 November 2024 | 22:59 WIB
Tim melakukan survei dan kegiatan FGD penelitian ke kampung dayun.

RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Kampanye deliberatif sebagai pendekatan inovatif dalam praktik demokrasi semakin mendapatkan perhatian di berbagai belahan dunia. Tidak sekadar menjadi teori dan konsep, model kampanye ini telah berkembang dalam berbagai bentuk seperti citizen forum, town hall meeting, citizen juries, hingga deliberative polls.

Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Tito Handoko, M. Y. Tiyas Tinov, Hasanuddin, dan Fhadillatun Nisaa mengangkat fenomena kampanye deliberatif pada Pemilu 2024, khususnya di Kampung Dayun, Kabupaten Siak.

Studi ini mengungkap bahwa model kampanye deliberatif, yang mengutamakan keterbukaan, kebebasan, aksesibilitas, serta dialog antaraktor di ruang publik, menjadi langkah efektif untuk meningkatkan kualitas demokrasi.

"Kampanye ini tidak hanya sekadar mempertemukan kandidat dengan pemilih, tetapi juga memfasilitasi ruang diskusi bersama guna merumuskan masalah dan solusi yang relevan bagi masyarakat. Dengan prinsip penghormatan terhadap kesetaraan hak, pendekatan ini mampu menciptakan ruang publik yang inklusif bagi semua kalangan," ujar salah seorang peneliti, Dr Tito Handoko, Senin (11/11/2024).

Dalam konteks Kampung Dayun, kampanye deliberatif di Pemilu 2024 menjadi tonggak penting dalam mewujudkan demokrasi yang partisipatif.

Penelitian ini, lanjut Tito, mencatat bagaimana kandidat dan masyarakat lokal saling berdialog untuk membahas isu-isu strategis, seperti penggunaan sumber daya angin untuk energi listrik, konservasi lingkungan, anggaran pemerintahan lokal, hingga layanan kesehatan.

Pendekatan berbasis dialog ini memungkinkan masyarakat untuk memberikan masukan langsung yang kemudian diintegrasikan ke dalam visi dan program kandidat.

Melalui metode kualitatif dengan teknik analisis triangulasi dan interpretasi data, penelitian ini menyimpulkan bahwa model kampanye deliberatif mampu memperkuat hubungan antara kandidat dan masyarakat.

Hal ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga menghasilkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan lokal.

Studi ini menegaskan bahwa kampanye deliberatif memiliki potensi besar untuk diterapkan lebih luas di Indonesia.

Dengan mengutamakan inklusi, dialog, dan pengambilan keputusan berbasis konsensus, pendekatan ini dapat menjadi solusi bagi permasalahan demokrasi, seperti rendahnya tingkat partisipasi politik dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap peserta Pemilu.

Kampanye deliberatif tidak hanya tentang memenangkan suara, tetapi juga tentang mendengar, berdialog, dan menciptakan perubahan yang bermakna bagi masyarakat.

Keberhasilan model ini di Kampung Dayun dapat menjadi contoh inspiratif bagi daerah lain untuk memperkuat praktik demokrasi yang lebih substansial dan inklusif.

Penelitian ini membuka peluang baru bagi pelaku politik di Indonesia untuk mengadopsi pendekatan kampanye yang tidak hanya memenangkan pemilihan, tetapi juga membangun hubungan jangka panjang yang berlandaskan kepercayaan dan partisipasi aktif masyarakat.

"Dengan demikian, demokrasi di Indonesia dapat berkembang ke arah yang lebih berkualitas dan berkeadilan," tutupnya.***

Tags

Terkini