RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) melalui Satgas MPox akan terus mengawal perkembangan kasus Mpox di Indonesia. Pasalnya, infeksi virus Mpox (juga dikenal sebagai cacar monyet) menjadi perhatian di banyak belahan dunia, termasuk Asia Tenggara (SEA).
PB IDI juga membeberkan bahwa penyakit yang mirip dengan cacar (sehingga lebih dikenal dengan cacar monyet) ini disebabkan oleh virus Mpox yang ditularkan dari hewan ke manusia dan dapat menimbulkan gejala ringan hingga berat
Cacar monyet atau Mpox ini dapat menular dari manusia ke manusia dan tidak hanya dari hewan ke manusia.
Cepatnya penyebaran Mpox secara global dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti tingginya jumlah orang yang bepergian; perdagangan internasional hewan seperti monyet; munculnya jalur penularan baru dari manusia ke manusia, khususnya melalui hubungan seksual Lelaki Seks Lelaki (LSL); munculnya gejala yang tidak biasa; dan masih minimnya ketersediaan vaksin MPox di negara-negara berisiko tinggi.
Lebih dari 90 persen kasus MPox di dunia dilaporkan pada populasi khusus yaitu homoseksual dan biseksual.
“Kami terus bersinergi dengan pemerintah untuk memberikan penanganan cacar monyet terbaik bagi para pasien dan masyarakat," kata Ketua Umum PB IDI, DR Dr Moh Adib Khumaidi, SpOT, PB IDI melalui Satgas MPox akan terus mengawal perkembangan kasus Mpox di Indonesia, dikutip Senin (30/10/2023).
Selain itu, pihaknya menilai diperlukan upaya berkelanjutan dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi layanan kesehatan, dan organisasi internasional agar dapat mengatasi masalah Mpox di Asia Tenggara ini secara efektif.
"Juga perlu dilakukan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini, peningkatan akses terhadap pengobatan yang efektif, peningkatan pendanaan untuk penelitian dan upaya pengendalian, serta pembentukan respons terkoordinasi yang melibatkan partisipasi semua negara terutama di Asia Tenggara," terangnya.
Laporan dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan penyakit Cacar Monyet atau MPox ini sebagai darurat kesehatan masyarakat global pada Juli 2022.
Laporan WHO juga menyebutkan ada kekhawatiran bahwa masalah MPox ini agak terabaikan di wilayah Asia Tenggara karena kurangnya akses terhadap fasilitas medis yang memadai.
Ketua Satgas MPox PB IDI, Dr Hanny Nilasari, Sp DVE mengatakan bahwa kurangnya kesadaran masyarakat terhadap penyakit ini adalah salah satu alasan utama diabaikannya Mpox di Asia Tenggara.
Banyak masyarakat yang masih belum mengetahui gejala Mpox dan mungkin tidak tahu cara melindungi diri dari penyakit tersebut.
Kurangnya informasi ini dapat menyebabkan keterlambatan dalam mencari pertolongan medis, yang dapat berakibat lebih parah.
Selain itu, sering terjadi kesalahpahaman mengenai penyakit ini bahwa Mpox bukanlah penyakit serius atau tidak umum terjadi.
Hal ini dapat mengakibatkan kurangnya kepedulian terhadap penyakit ini dan keengganan mengambil tindakan untuk melindungi diri dari infeksi.
Artikel Terkait
Resep Sayur Lodeh Tempe Melinjo Lezat
Memutihkan Gigi dengan Bahan Alami, Senyum Cerah Tanpa Bahan Kimia Berbahaya
Kulit Pisang Sering Dianggap Sampah, Padahal Bermanfaat, Ini Loh Manfaatnya
Sudah Tahu Belum? Inilah Manfaat Jeruk Lemon untuk Kesehatan
Cara Membersihkan Noda di Pakaian Putih dengan Bahan Alami
Mau Nonton Konser NDX A.K.A? Ini Jadwalnya Selama November 2023
Wajah Imutnya Hilang, Akting Emosional dan Adegan Aksi Chen Zheyuan di Drama White Olive Tree Ini Tuai Pujian
Lirik Lagu Terkesan - Lesti Kejora, Sukses Merajai Trending 2 di YouTube Indonesia Sebelum Dirilis
Solidaritas Palestina: Barak Kopi Galang Dana Rp3 Juta dan Rencana Aksi Selanjutnya
Obsesi Jorge Martin di Sirkuit Buriram Thailand
Bukan Baddie, IVE Menangkan Trofi Inkigayo dengan Lagu Either Way
Jorge Martin Raih Juara di SIrkuit Buriram, Francesco Bagnaia Bersaing Ketat Hingga Akhir Balapan
Deretan Foto Laga Tim Dibela Megawati JungKwanJang Red Spark vs Suwoon Hyundai Hillstate
Puluhan Orang Meninggal Akibat Bencana Kelaparan di Papua
Besok, Guyon Waton Tampil di Wonogiri, Ini Jadwal Lengkapnya hingga Akhir Oktober 2023
Guyon Waton akan Ikut Meriahkan Festival Koplo Indonesia Vol 2 di Pekanbaru, Gabung Bersama NDX A.K.A Dll
Ada Lawan Gak? Album Seventeen 'Seventeenth Heaven' Berhasil Terjual 5 Juta Keping dalam Seminggu di Hanteo
Sinopsis dan Jadwal Tayang Disney Wish: Ceritakan Petualangan Asha yang Penuh Keajaiban
Waspada Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang di Daerah Ini pada 30 Oktober 2023