RIAUMAKMUR.COM - Perkuat Gerakan Dakwah Pedalaman dan Pinggiran di Riau, Yayasan Tabung Wakaf Umat (YTWU) bekerja sama dengan Baznas Provinsi Riau mengadakan Sarasehan Mapping Dakwah dan Penguatan Dai di Pinggiran dan Pedalaman Provinsi Riau selama dua hari di Pesantren Nurul Azhar YTWU, Palas.
Salah satu pemateri yang diundang, yakni Ustadz Abdul Somad (UAS), yang dalam sarasehan yang diadakan selama dua hari, yakni Selasa - Rabu (8-9/3/2024). Para peserta merupakan perwakilan Lembaga Filantropi, Lembaga Dakwah, dan para Pegiat Dakwah pedalaman.
Sebanyak 12 lembaga yang memiliki program dakwah pedalaman dan pinggiran serta 54 peserta mengikuti Sarasehan selama dua hari. Di antara peserta Sarasehan Mapping Dakwah yang hadir; Para dai dan guru Pesantren Nurul Azhar YTWU, Para dai dan guru Pesantren Baznas Provinsi Riau.
Baca Juga: Tahun Ini BAZNAS Targetkan Pengumpulan Zakat Sebesar Rp 41 Triliun
Peserta lainnya yakni dari Dompet Dhuafa Riau Bersama Coprs Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) dan Pesantren Mualaf Indonesia DD, Baitul Mal Hidayatullah Riau, Laznas Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Riau, IZI Riau, LAZISMU Riau, Yayasan Fitrah Madani Meranti, Rumah Zakat Riau, Yayasan Takdir, dan LAZ Ibadurrahman Duri.
UAS bersama Para Asatidz YTWU memberikan pencerahan yang dimoderatori Ustadz Alnof Dinar, diskusi Mapping Dakwah Pedalaman dan Pinggiran. Mereka berdiskusi bersama guna menginformasikan, menyampaikan kendala, dan berembuk mencarikan solusi permasalahan yang kerap dihadapi para Pegiat Dakwah di lapangan.
UAS tegaskan bahwa berdakwah mesti memiliki proses yang terukur dan sistematis. Rasulullah memulai dakwah dengan dakwah sembunyi-sembunyi sampai akhirnya memiliki kekuatan.
Baca Juga: WBP Lapas Kelas IIA Pekanbaru Diajarkan Beternak Ayam dan Bebek Petelur
"Berdakwah bisa dilakukan dengan manajemen maju, bahkan siap berjihad," tegas UAS.
Untuk menguatkan materi dakwah, para dai diberi asupan materi oleh Ustadz Alfitri, Lc. M.Pd.I tentang Ahlussunnah wal Jama'ah Al-Asy'ariyah Sebagai keyakinan yang dianut masyarakat Riau.
Ketua Harian Masjid Raya An Nur, Ustad Zul Ikromi Lc MSy PhD mengupas tentang cara berinteraksi dengan problematika terkait fiqh yang berkembang di Riau. Sementara Pimpinan Ponpes Nurul Azhar, Ustad Dr Muhammad Hanafi Lc MSy. mengulas tentang kualitas dan performa seorang dai.
Baca Juga: Disnaker Pekanbaru Buka Posko Pengaduan THR 2024
Ada beberapa poin yang menjadi persoalan bagi pegiat dakwah, seperti minimnya SDM yang menekuni dakwah pinggiran dan pedalaman, minimnya da'i yang mumpuni menjawab kebutuhan dakwah.
Minimnya perhatian stakeholder, dan minimnya dana untuk support kegiatan dakwah dan kafalah yang layak bagi para pegiat dakwah juga menjadi tema diskusi yang hangat saat itu.
Catatan lainnya yang tak kalah menarik yang disampai peserta saat sarasehan tersebut adalah, ada muallaf sudah 28 tahun masuk Islam, sudah mengerjakan shalat, tapi belum pandai membaca Alquran.
Artikel Terkait
BPJS Kesehatan Dorong Penggunaan Aplikasi Mobile JKN untuk Kemudahan Peserta
BPJS Kesehatan Tetap Berikan Layanan saat Libur Lebaran
The Story of Pearl Girl Bagikan Trailer Perdana, Visual Zhao Lusi Dalam Balutan Hanfu Dinasti Tang Banjir Pujian
Perlahan Tapi Pasti! Album Baru XODIAC XOUL DAY Cetak Rekor Pribadi Baru dan Berhasil Capai Hampir 25 Ribu di Minggu Pertama Penjualannya
Tiga Daerah di Riau Tetapkan Siaga Darurat Karhutla
Masyarakat Pelalawan Antusias Sambut Safari Ramadan Pemprov Riau
Wamenhan Jepang Mitra Lama Indonesia Bidang Pertahanan
Disnaker Pekanbaru Buka Posko Pengaduan THR 2024
Lewat Kampung Pancasila, Personel Satgas Pamtas Jadi Guru di Wilayah Terpencil
WBP Lapas Kelas IIA Pekanbaru Diajarkan Beternak Ayam dan Bebek Petelur