RIAUMAKMUR.COM - Tim dari Universitas Syiah Kuala (USK) mendapat suntikan dana sekitar Rp970 juta dari Kemendikbudristek dan PT Yagi Natural Indonesia untuk mengembangkan produk face care berbasis kolagen.
Dana sebesar itu akan digunakan untuk kebutuhan peralatan dan pengembangan produk, mulai dari formulasi hingga produksi.
Tim tersebut diketuai oleh Nadia Isnaini yang merupakan dosen dari Program Studi Farmasi, sekaligus peneliti dan formulator kosmetika di Atsiri Research Center (ARC) USK.
Baca Juga: Masyarakat Diminta Waspada Awan Panas Gunung Karangetang
Anggota tim terdiri atas Ernawati dari Prodi Ilmu Ekonomi, Lydia Septa Desiyana, Tedy Kurniawan Bakri dari Prodi Farmasi, Vicky Prajaputra, Sri Agustina, Haekal Azief Haridhi dari Prodi Ilmu Kelautan. Sementara dari PT Yagi Natural Indonesia diketuai oleh Farhaniza.
Proposal yang diajukan bertajuk Komersialisasi Produk Pembersih Wajah dengan Penambahan Bahan Aktif Kolagen dari Tulang Tuna sebagai Natural Antiaging.
Nadia dan tim juga telah berhasil mendapatkan pendanaan dari Program Dana Padanan 2023 mengenai pembuatan produk kolagen dari tulang tuna, bermitra dengan PT Yakin Pasifik Tuna.
Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali Erupsi, Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Radius 7 Km
Kolagen yang dihasilkan telah memiliki brand dengan merek Colafish dan telah terdaftar HAKI di Kemenkumham RI. Selain itu, metode pembuatan kolagen dari tulang tuna telah terdaftar paten sederhana.
Hasil dari penelitian juga telah dipublikasikan pada jurnal internasional bereputasi terindeks scopus (Q1). Program tersebut mendorong optimalisasi pemanfaatan hasil samping perikanan seperti tulang tuna, yang sebelumnya kurang dimanfaatkan, menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Untuk tahun 2024, tim dari USK bermitra dengan PT Yagi Natural Indonesia untuk mengembangkan produk perawatan wajah berupa pembersih wajah berbahan aktif kolagen dari tulang tuna.
Baca Juga: KemenPPPA Minta Pemda Jalankan Layanan Terpadu Korban Kekerasan
"Kolagen memiliki manfaat penting dalam produk pembersih wajah, seperti menjaga kelembaban kulit, mendukung regenerasi kulit, dan memberikan efek anti-penuaan dengan mengurangi garis halus serta kerutan," ujar Nadia dalam rilisnya, Jumat (22/11/2024).
Program ini juga melibatkan mahasiswa MBKM dari Prodi Farmasi (Dara Meutia Panggabean, Cutwan Annura Rezkina), Ilmu Kelautan (Siti Maqfirah, Hikma Kasih Margolang), dan Ekonomi (Nasyiatul Masri Izza Zaiyana) untuk mendukung pengembangan dan pengujian produk secara komprehensif.
Produk pembersih wajah berbasis kolagen yang dihasilkan, rencananya akan diluncurkan pada Desember 2024.
Artikel Terkait
Bawaslu Riau Beri Pelatihan Saksi Paslon Pilkada 2024
Bank Nagari Renovasi Kamar Mandi RSUP Dr. M. Djamil: Tingkatkan Layanan Kesehatan
Polisi Pastikan Situasi Aman di Seluruh Posko Pengungsian Erupsi Lewotobi
Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali Erupsi, Masyarakat Dilarang Beraktivitas di Radius 7 Km
Perkuat Distribusi Logistik, Kemenhub Tingkatkan Sarana Navigasi
Pergelaran Budaya, Sultan HB X Sambut DPD RI
Bawaslu Ingatkan Peserta Pilkada Tidak Lakukan Politik Uang
KemenPPPA Minta Pemda Jalankan Layanan Terpadu Korban Kekerasan
Masyarakat Diminta Waspada Awan Panas Gunung Karangetang
Zhang Xincheng dan Ding Yuxi Dikabarkan Akan Bintangi Drama Historical Double Male Lead 'The South Bureau'