RIAUMAKMUR.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami pihak lain, terkait dugaan korupsi yang berlangsung di PT ASDP. Kasus itu terkait Kerja Sama Usaha (KSU) dan akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Keterlibatan pihak internal terus didalami penyidik. "Sedang didalami pihak-pihak lain yang perlu dimintai pertanggungjawaban hukum,” kata Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika yang dikutip, Sabtu (14/12/2024).
Berdasarkan informasi, penyidik sedang mendalami petinggi ASDP yang diduga ikut bertanggung jawab. KPK sudah menetapkan tiga pihak internal ASDP sebagai tersangka.
Baca Juga: Habiskan Banyak Biaya, Presiden Sarankan Perbaikan Sistem Pemilu
Mereka adalah Dirut PT ASDP, Ira Puspadewi dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Harry MAC. Direktur Komersial dan Pelayanan, Yusuf Hadi juga ditetapkan sebagai tersangka.
KPK juga menetapkan pemilik PT Jembatan Nusantara, Adjie sebagai tersangka. Total ada empat tersangka, namun pengumuman resmi belum disampaikan.
Tessa menyebut, kemungkinan diterbitkannya Surat Perintah Penyidikan (sprindik) untuk mengembangkan kasus korupsi ini terbuka. “Tetapi di sini kita menunggu saja update dari pimpinan,” katanya beberapa waktu yang lalu.
Baca Juga: Kemenkes: 50 Persen Puskesmas Sediakan Layanan Kesehatan Jiwa
Nilai proyek yang sedang disidik KPK itu mencapai Rp1,3 triliun, dengan estimasi kerugian keuangan negara mencapai Rp1,27 triliun.
Angka pasti kerugian negara dalam perkara tersebut masih dalam penghitungan pihak auditor.
Artikel Terkait
LKPP Beri Penghargaan buat Instansi dan Pemerintah Daerah
Menko AHY Beri Perhatian Pembangunan Indonesia Timur
Ditjen Imigrasi Tangkap Belasan Perempuan Vietnam Dijadikan PSK
Empat Startup Diajak PLN Kembangkan Ekosistem Kendaraan Listrik
Budiman Bicara Peran Industri Digital Entasan Kemiskinan
Kemenkes: 50 Persen Puskesmas Sediakan Layanan Kesehatan Jiwa
Legislator Dorong Pembangunan BIBU Berdayakan Masyarakat Lokal
Habiskan Banyak Biaya, Presiden Sarankan Perbaikan Sistem Pemilu
MPR Dorong Pengentasan Permasalahan Pendidikan Menuju Indonesia Emas
Bali Siap Sambut Wisatawan Nataru