Puluhan Siswa Keracunan Makanan Program MBG di Cianjur, BGN Lakukan Investigasi

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Rabu, 23 April 2025 | 19:12 WIB
Potret Menu MBG di Salah Satu SMA. (x.com/Tojibelajar)
Potret Menu MBG di Salah Satu SMA. (x.com/Tojibelajar)

RIAUMAKMUR.COM - Puluhan siswa dari dua sekolah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dilaporkan mengalami gejala keracunan setelah menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Senin, 21 April 2025.

Insiden ini langsung mendapatkan perhatian serius dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang tengah menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyampaikan rasa empati mendalam kepada seluruh siswa yang terdampak, terutama para korban dari MAN 1 dan SMP PGRI 1 Cianjur.

Baca Juga: Tidak Dibayar Hampir Rp1 Miliar, Mitra MBG di Kalibata Polisikan Oknum yang Lakukan Penggelapan Dana

Ia menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama lembaganya.

"Kami turut menyampaikan rasa empati dan berharap seluruh siswa segera pulih. Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas utama kami," ujar Dadan Hindayana pada Selasa, 22 April 2025.

"Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terkait dugaan penyebab keracunan, apakah berasal dari MBG atau bukan," tambahnya.

Sementara itu, penyebab pasti keracunan masih belum dapat dipastikan. Sampel makanan yang dikonsumsi para siswa pada hari kejadian telah dikirimkan ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Jawa Barat.

Hasil pengujian laboratorium tersebut baru akan diketahui dalam waktu 10 hari ke depan.

"Kami sedang menunggu hasil Lab Kesda Provinsi dari sampel yang sudah dikirimkan. Kami akan update infonya pada kesempatan pertama setelah hasil lab keluar," lanjut Dadan.

Baca Juga: Menteri UMKM Dorong Perempuan dan UMKM dalam Program MBG

Menurut perwakilan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lokasi, makanan yang disajikan pada hari itu telah melalui proses pengolahan standar dan penyimpanan yang sesuai prosedur.

Namun, sebagai upaya perbaikan, BGN akan memperketat pengawasan penyimpanan makanan di seluruh dapur MBG.

"Kami mendorong transparansi jadwal menu harian melalui kanal digital. Selain itu, kami akan meningkatkan kapasitas pelatihan keamanan pangan bagi seluruh penyedia MBG," ujar Dadan.

Salah satu siswa, Muhammad Reyhan, mengisahkan bahwa dirinya mulai merasa tidak enak badan sekitar pukul 14.30 WIB, setelah mengonsumsi nasi dan ayam suwir dari program MBG pada pukul 12.00 WIB.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X