RIAUMAKMUR.COM - Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid menegaskan bahwa pengawasan terhadap kawasan hutan di wilayahnya memerlukan perhatian mendesak akibat keterbatasan jumlah Polisi Kehutanan (Polhut) yang sangat tidak sebanding dengan luas hutan yang harus diawasi.
“Jumlah personel yang tersedia memang sangat tidak memadai untuk mengawasi kawasan hutan seluas ini. Kita akui itu,” ujar Wahid di Lanud Roesmin Nurjadin, Selasa (10/6).
Wahid menyebut, hutan yang harus dijaga meliputi hutan lindung, hutan produksi, hingga hutan konservasi.
Masing-masing memiliki tantangan pengelolaan tersendiri.
Untuk itu, ia berkomitmen mengusulkan penambahan sekitar 700 personel Polhut ke pemerintah pusat agar pengawasan dapat dilakukan secara lebih optimal.
“Penambahan Polhut ya, pasti kita usulkan. Tentunya dengan mencermati peraturan yang berlaku,” katanya.
Selain memperkuat pengawasan, Wahid juga menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan hutan.
“Harus ada edukasi, mana hutan larangan, mana hutan yang bisa diolah,” tambahnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau, Embi Yarman, mengungkapkan bahwa saat ini hanya ada 80 Polhut yang aktif untuk mengawasi sekitar 4,8 juta hektare hutan di Riau.
Sebanyak 2 juta hektare di antaranya berstatus open access atau terbuka, yang sangat rentan terhadap perambahan dan kebakaran.
“Ini sangat jauh dari cukup. Belum lagi peralatan seperti kendaraan dan senjata api banyak yang rusak,” jelas Embi.
Ia juga menyebutkan empat faktor penghambat utama pengamanan hutan: sumber daya manusia, anggaran, peralatan, dan metode kerja.
Menurutnya, kondisi keuangan Pemprov Riau saat ini menjadi tantangan besar dalam pengadaan perlengkapan, pelatihan, hingga perekrutan Polhut baru.
Sebagai solusi jangka pendek, DLHK Riau menjalin koordinasi dengan Polda dan instansi penegak hukum lainnya.
Artikel Terkait
BBKSDA Jatim Lepasliarkan Dua Monyet Ekor Panjang di Hutan Lindung Mulyoagung
Perhutani Sosialisasikan Larangan Penggarapan Liar di Wilayah Hutan di Tuban
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Siswa SMAN 9 Pekanbaru Belajar di Hutan Mangrove
BBKSDA Riau Imbau Warga Tidak Pasang Jerat di Hutan
KLHK: Masyarakat adalah Aktor Penting Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
Akibat Abrasi, Program Avo Setrap Kembalikan Hutan Mangrove
Rambah Hutan Bukit Rimbang Baling, Dua Orang Ditangkap Polisi
Komitmen Riau Menjaga Hutan Gambut
Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan 12 Hektare di Banjarbaru
Terobos Hutan Belantara TNI-Polri Sampaikan Pesan Pilkada Damai ke Pelosok Desa
Bhabinkamtibmas Susuri Hutan Belantara Demi Pilkada Damai
Balai Pemantapan Kawasan Hutan Pekanbaru Gelar Rakor Inventarisasi Tanah di Kampar
Cuaca Panas Ekstrem Sebabkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kabupaten Kampar
Misteri Buah Plajau, Camilan Hutan yang Kini Nyaris Hilang di Banjarmasin
Inilah Ragam Buah Hutan Kalimantan yang Langka, Berkhasiat dan Diincar Warga Setiap Musim
Sinergi Menjaga Ekosistem Hutan Dataran Rendah di Indonesia
Pemprov Riau Sebut Pelestarian Hutan dan Kesejahteraan Masyarakat Harus Diwujudkan Bersamaan
Kapolri Buka Jambore Karhutla Riau 2025, Serukan Aksi Nyata Cegah Deforestasi dan Lindungi Hutan