Heboh Soal Tunjangan DPR, Adies Kadir Ralat Bukan Rp12 Juta, tapi Rp200 Ribu Sejak 2010

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Kamis, 21 Agustus 2025 | 07:00 WIB
Wakil Ketua DPR, Adies Kadir mengklarifikasi soal kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR. (Instagram/adies.kadir)
Wakil Ketua DPR, Adies Kadir mengklarifikasi soal kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPR. (Instagram/adies.kadir)

RIAUMAKMUR.COM - Polemik soal kenaikan gaji dan tunjangan DPR kembali ramai setelah Wakil Ketua DPR, Adies Kadir, mengoreksi sendiri pernyataannya.

Sebelumnya, ia sempat menyebut adanya kenaikan tunjangan, termasuk tunjangan beras yang nilainya disebut mencapai Rp12 juta.

Namun, Adies menegaskan bahwa pernyataannya keliru karena belum diverifikasi dengan Sekretariat Jenderal DPR.

Baca Juga: 22.817 Guru di Riau Sudah Terima Tunjangan Profesi Guru

“Saya ingin klarifikasi terkait dengan kemarin ada beberapa hal yang saya salah memberikan data, setelah saya cek di Kesekjenan, ternyata tidak ada kenaikan, baik itu gaji maupun tunjangan seperti saya sampaikan,” ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 20 Agustus 2025.

Ia menjelaskan, tunjangan beras yang diterima anggota DPR tidak pernah naik sejak 2010.

Jumlahnya pun jauh dari angka Rp12 juta yang sempat ia sebutkan.

“Tunjangan beras itu tidak ada kenaikan sejak tahun 2010, itu sebesar Rp200 ribu kurang lebih per bulan, bukan Rp12 juta, jadi itu saja yang ingin saya klarifikasi,” tambah Adies.

Begitu juga dengan tunjangan bensin. Adies menuturkan tidak ada kenaikan, sehingga anggota DPR hanya menerima Rp3 juta.

Baca Juga: DJPb Catat Kinerja Fiskal dan Ekonomi Riau April 2025 Tetap Kuat, Tapi Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Masih Jadi PR

Ia juga membantah isu kenaikan gaji, meski mengakui adanya kompensasi rumah yang diberikan menggantikan fasilitas rumah dinas.

“Tidak ada kenaikan gaji, yang ada memang tunjangan perumahan yang dianggarkan sejak tahun lalu,” kata politikus Partai Golkar itu.

“Itu karena rumah dialihfungsikan oleh Sekretariat Negara, jadi anggota yang baru tidak mendapat lagi rumah dinas dan diberikan tunjangan perumahan,” terangnya.

Isu kenaikan gaji dan tunjangan DPR belakangan memicu perdebatan publik, terutama setelah pernyataan Adies sebelumnya menyebutkan bahwa tunjangan beras naik dari Rp10 juta menjadi Rp12 juta, tunjangan bensin meningkat dari Rp4–5 juta menjadi Rp7 juta.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X