Pasalnya, sosialisasi yang dilakukan dengan pendekatan yang benar dianggap bisa mengurangi potensi timbul kesalahpahaman dari berbagai pihak.
“Aktivitas menanam padi masyarakat di daerah situ sudah dilakukan turun temurun, yang perlu dilakukan adalah pendekatan persuasif dan edukasi ke masyarakat,” tulis akun @ahm******n
“Tidak semua pelanggaran muncul karena niat jahat, bisa jadi karena ketidaktahuan dan ketidakpahaman saja,” lanjutnya.
Namun, sebagian juga beranggapan bahwa tindakan tersebut membahayakan pengguna jalan.
“Stop normalisasi hal salah,” tulis akun @rav*******7
“Penggunaan fasilitas umum itu harus mengedepankan kepentingan umum, kalau sampai merugikan kepentingan umum maka itu tidak dibenarkan. Beda cerita kalau jemur padi di lahan milik pribadi,” tulis akun @gen****7
Artikel Terkait
Atasi Anjloknya Harga Gabah dan Jagung, Pemkab Bojonegoro Gaet Investor Pertanian
Optimalisasi Penyerapan Gabah Petani, Kunci Swasembada Pangan
Wamentan RI Tegas Minta Bulog dan Pengusaha Beli Gabah Sesuai HPP
Amran Panen dan Serap Gabah di Gresik, Petani Apresiasi Dukungan Presiden Prabowo
Prabowo Ingin Petani Hidup Makmur, Tapi Harga Gabah di Lampung Anjlok di Bawah HPP
Petani Lampung Nangis! Harga Gabah Cuma Rp5.400, Curhat Langsung ke Presiden Prabowo
Gak Sido Umroh! Petani Bojonegoro Keluhkan Harga Gabah Anjlok ke Rp5.000 per Kg, Jauh di Bawah HPP
Meski Harga Gabah Naik, HET Beras SPHP Bulog Tetap Rp12.500
Gabah hingga Kelapa Sawit Dongkrak Nilai Tukar Petani, Daya Beli Petani Tanah Air Kian Menguat
Sempat Terendam Lumpur dan Muncul Bau Tak Sedap, Warga Aceh Tamiang Ini Pilah Gabah untuk Dikonsumsi: Untung Masih Bisa Ditelan