Kades Bantan Tua Bengkalis Sebut Pengambil Daging di Tempat Sampah Yang Viral Tidak Dalam Kondisi Susah

photo author
Ikhwan RM, Riau Makmur
- Kamis, 1 Juni 2023 | 21:02 WIB
Warga Bengkalis berebut pungut daging sitaan Bea Cukai dari tumpukan sampah.
Warga Bengkalis berebut pungut daging sitaan Bea Cukai dari tumpukan sampah.

RIAUMAKMUR.COM, BENGKALIS - Mengenai viralnya video warga berebut daging yang terkontaminasi dengan tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Bantan Tua Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, Kepala Desa Bantan Tua angkat bicara.

Kepala Desa Bantan Tua, Kamis (1/6/2023) Dian Saputra memohon maaf kepada pemerintah kecamatan maupun daerah kabupaten Bengkalis atas beredarnya berita tentang berebutnya masyarakat mengambil daging ilegal dalam pemusnahan daging sitaan BC di tengah-tengah masyarakat dan kejadian tersebut yang sudah memalukan Negeri Junjungan ini.

"Atas nama Pemerintah Desa kami memohon maaf kepada Bupati Bengkalis atas perbuatan warga kami," ungkapnya.

Baca Juga: Thailand Open 2023: Pram/Yere Kalah, 2 Ganda Putra Indonesia Lainnya ke Perempat Final

Menurutnya ada hal yang perlu diluruskan atas pemberitaan-pemberitaan atau isu-isu yang mungkin tidak sesuai dengan faktanya. Ia menyampaikan bahwa warga yang ikut mengambil daging tersebut bukan karena alasan faktor ekonomi yang sulit.

"Kami dari pemerintah Desa pada tanggal 30 Mei 2023 coba menelusuri dan mengklarifikasi bagaimana sih cerita yang sebenarnya atas kejadian ini, berhubungan dengan kondisi ekonomi warga,Menurutnya warga yang mengambil daging tersebut didorong oleh rasa ingin tahu saja," bebernya.

Menurutnya daging ilegal yang diambil warga tersebut sama sekali belum dikonsumsi warga yang mengambil.

Baca Juga: Penemuan Mayat di Perhentian Raja, Ternyata Memiliki Riwayat Epilepsi

Ia mengatakaan banyak masyarakat yang mengambil daging hanya karena alasan ikut-ikutan.

Dirinya menegaskan bahwa tiada masyarakat yang mengambil daging ilegal tersebut kondisinya dalam keadaan kesulitan ekonomi sehingga tidak bisa makan.

Menurutnya dengan kondisi ekonomi yang ada oleh para pengambil daging tersebut dinilai bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: Pegadaian Buka Lowongan Pekerjaan Dibidang Teknologi Informasi

"Mereka juga sering mendapat bantuan dari pemerintah Kabupaten Bengkalis lewat pemerintahan Desa," bebernya.

Ia menghimbau jika masih ada warga yang menyimpan daging terkontaminasi agar tidak mengkonsumsi apalagi sampai menjualnya.

"Kami minta agar diserahkan kepada pemerintahan desa atau Polsek dan Koramil 01 Bengkalis untuk dilakukan pemusnahan kembali," ungkapnya.

Halaman:

Artikel Selanjutnya

Cara Membuat Tongseng Daging Ayam

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ikhwan RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X