RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Pemerintah optimis target eliminasi malaria yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 akan tercapai.
Optimisme ini semakin kuat lantaran jumlah daerah yang bebas dari malaria terus bertambah dari waktu ke waktu.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Maxi Rein Rondonuwu menyebut saat ini sudah 381 dari 405 daerah yang berhasil mencapai eliminasi malaria.
Untuk di Riau sendiri, total kasus malaria di Riau mencapai 1.811 kasus pada tahun 2022.
''Menurut penilaian kami sudah mendekati, karena target kita di RPJMN 2024 ada 405 kabupaten yang eliminasi, sekarang sudah 381 kabupaten/kota, tinggal sedikit, dengan harapan tahun 2024 bisa lunas,'' kata Dirjen Maxi dikutip Selasa (20/6/2023).
Untuk menggapainya, ia menyebut itikad dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan serta masyarakat itu sendiri dalam memberantas malaria di wilayahnya sangat diperlukan.
Salah satunya dengan mengadopsi praktik baik yang sudah dilakukan oleh 5 provinsi yakni Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali yang telah berhasil mencapai eliminasi malaria.
''Kita lihat sudah 20-an kota/kabupaten yang sudah membaik, saya yakin target di tahun 2024 bisa tercapai. Yang terpenting komitmen kita bersama untuk bisa mengeliminasi malaria,'' tegasnya.
Dirjen Maxi menambahkan, dengan Indonesia yang bebas dari malaria akan memberikan dampak baik bagi Indonesia. Menurutnya, semakin banyak daerah yang bebas malaria maka kepercayaan dunia luar terhadap Indonesia semakin tinggi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau, Zainal Arifin mengatakan bahwa kasus Malaria di Riau paling tinggi ditemukan di Rokan Hilir (Rohil).
"Kasus Malaria di Rohil mendominasi 95 persen kasus malaria di Riau. Paling banyak ditemukan di Kecamatan Panipahan," kata Zainal. ***
Artikel Terkait
Diskes Riau Masih Tunggu Arahan Resmi dari Pusat Terkait Penyebaran Varian Baru Covid-19 Acrturus
Awas, Ini Ciri-ciri Gangguan pada Mata Akibat Covid-19 Varian Arcturus
Kasus Positif Covid-19 Varian Arcturus di Indonesia Bertambah Jadi 7 Orang
Penyebaran Covid-19 Meningkat, Presiden Jokowi Ingatkan Kembali Pentingnya Vaksinasi
Hardiknas 2 Mei 2023, Kok Gubernur Syamsuar Bicara Soal Covid - 19
WHO Umumkan Covid - 19 Berakhir, Kemenkes Cemaskan Lansia dan Pasien Komorbid
Guys, Benarkah Covid - 19 Hanya Jadi Penyakit Flu Biasa Setelah WHO Cabut Status Pandemi
Lima Tahun Terakhir, Kasus Sifilis di Indonesia Meningkat Tajam
Viral Balita di Sikka NTT Meninggal Dunia Setelah Digigit Anjing Rabies, Sempat Bergejala Takut Air dan Angin
Waspada Rabies Pada Manusia, Kenali Gejala, Pencegahan dan Cara Pengobatannya
122 Kasus Sifilis Ditemukan di Riau Sepanjang 2023, Daerah Mana Tertinggi?
Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Sifilis? Ini Penjelasan Diskes Riau
Inilah Daftar Profesi dan Daerah dengan Jumlah Penderita HIV AIDS Tertinggi di Riau
Transisi Endemi Covid-19, Bandara AP II Pekanbaru Terapkan Aturan Protokol Kesehatan
Ini Aturan Terbaru Melakukan Perjalanan Usai Pandemi Covid 19
Inilah Ketentuan Satgas tentang Protokol Kesehatan pada Masa Transisi Endemi COVID-19
Stop Stigmatisasi dan Diskriminasi kepada Orang Dengan HIV dan AIDS
Ciri-ciri Anjing Rabies yang Perlu Anda Kenali