berita

YTWU Bersama Baznas Riau Lakukan Pemetaan Dakwah dan Penguatan Dai di Pedalaman

Kamis, 21 Maret 2024 | 19:47 WIB
YTWU Bersama Baznas Riau Lakukan Pemetaan Dakwah dan Penguatan Dai di Pedalaman

RIAUMAKMUR.COM - Perkuat Gerakan Dakwah Pedalaman dan Pinggiran di Riau, Yayasan Tabung Wakaf Umat (YTWU) bekerja sama dengan Baznas Provinsi Riau mengadakan Sarasehan Mapping Dakwah dan Penguatan Dai di Pinggiran dan Pedalaman Provinsi Riau selama dua hari di Pesantren Nurul Azhar YTWU, Palas.

Salah satu pemateri yang diundang, yakni Ustadz Abdul Somad (UAS), yang dalam sarasehan yang diadakan selama dua hari, yakni Selasa - Rabu (8-9/3/2024). Para peserta merupakan perwakilan Lembaga Filantropi, Lembaga Dakwah, dan para Pegiat Dakwah pedalaman. 

Sebanyak 12 lembaga yang memiliki program dakwah pedalaman dan pinggiran serta 54 peserta mengikuti Sarasehan selama dua hari. Di antara peserta Sarasehan Mapping Dakwah yang hadir; Para dai dan guru Pesantren Nurul Azhar YTWU, Para dai dan guru Pesantren Baznas Provinsi Riau.

Baca Juga: Tahun Ini BAZNAS Targetkan Pengumpulan Zakat Sebesar Rp 41 Triliun

Peserta lainnya yakni dari Dompet Dhuafa Riau Bersama Coprs Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) dan Pesantren Mualaf Indonesia DD, Baitul Mal Hidayatullah Riau, Laznas Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia Riau, IZI Riau, LAZISMU Riau, Yayasan Fitrah Madani Meranti, Rumah Zakat Riau, Yayasan Takdir, dan LAZ Ibadurrahman Duri.

UAS bersama Para Asatidz YTWU memberikan pencerahan yang dimoderatori Ustadz Alnof Dinar, diskusi Mapping Dakwah Pedalaman dan Pinggiran. Mereka berdiskusi bersama guna menginformasikan, menyampaikan kendala, dan berembuk mencarikan solusi permasalahan yang kerap dihadapi para Pegiat Dakwah di lapangan.

UAS tegaskan bahwa berdakwah mesti memiliki proses yang terukur dan sistematis. Rasulullah memulai dakwah dengan dakwah sembunyi-sembunyi sampai akhirnya memiliki kekuatan.

Baca Juga: WBP Lapas Kelas IIA Pekanbaru Diajarkan Beternak Ayam dan Bebek Petelur

"Berdakwah bisa dilakukan dengan manajemen maju, bahkan siap berjihad," tegas UAS.

Untuk menguatkan materi dakwah, para dai diberi asupan materi oleh Ustadz Alfitri, Lc. M.Pd.I tentang Ahlussunnah wal Jama'ah Al-Asy'ariyah Sebagai keyakinan yang dianut masyarakat Riau. 

Ketua Harian Masjid Raya An Nur, Ustad Zul Ikromi Lc MSy PhD mengupas tentang cara berinteraksi dengan problematika terkait fiqh yang berkembang di Riau. Sementara Pimpinan Ponpes Nurul Azhar, Ustad Dr Muhammad Hanafi Lc MSy. mengulas tentang kualitas dan performa seorang dai.

Baca Juga: Disnaker Pekanbaru Buka Posko Pengaduan THR 2024

Ada beberapa poin yang menjadi persoalan bagi pegiat dakwah, seperti minimnya SDM yang menekuni dakwah pinggiran dan pedalaman, minimnya da'i yang mumpuni menjawab kebutuhan dakwah.

Minimnya perhatian stakeholder, dan minimnya dana untuk support kegiatan dakwah dan kafalah yang layak bagi para pegiat dakwah juga menjadi tema diskusi yang hangat saat itu.

Catatan lainnya yang tak kalah menarik yang disampai peserta saat sarasehan tersebut adalah, ada muallaf sudah 28 tahun masuk Islam, sudah mengerjakan shalat, tapi belum pandai membaca Alquran. 

Halaman:

Tags

Terkini