RIAUMAKMUR.COM - Jasa Marga menyiapkan sejumlah strategi menghadapi lonjakan kendaraan selama libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Salah satu langkah utamanya adalah pengoperasian beberapa ruas tol baru.
Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo Segmen Kartasura-Klaten sepanjang 22,3 km dioperasikan dan sudah bertarif. Sementara, Jalan Tol Jogja Solo Segmen Klaten-Prambanan sepanjang 8,5 km akan difungsionalkan tanpa tarif.
Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Segmen Gending-Kraksaan sepanjang 10,3 km juga akan difungsionalkan tanpa tarif.
Baca Juga: Habiskan Banyak Biaya, Presiden Sarankan Perbaikan Sistem Pemilu
Ruas Jakarta-Cikampek II Selatan Segmen Sadang-Kutanegara sepanjang 8,5 km juga akan dioperasikan situasional berdasarkan diskresi kepolisian.
Corporate Communication and Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana memproyeksikan volume kendaraan empat gerbang tol meningkat. Gerbang-gerbang tol utama tersebut yaitu Cikampek Utama, Kalihurip Utama, Ciawi, dan Cikupa.
Dalam keterangannya, Sabtu (14/12/2024), diperkirakan 3,05 juta kendaraan keluar Jabotabek sepanjang 18 Desember 2024 hingga 4 Januari 2025. Angka ini naik 17,9 persen dibandingkan lalu lintas normal.
Baca Juga: Kemenkes: 50 Persen Puskesmas Sediakan Layanan Kesehatan Jiwa
Sementara, sekitar tiga juta kendaraan diproyeksikan masuk ke Jabotabek. Angka ini meningkat 18,6 persen dibandingkan kondisi normal dan naik 2,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Untuk mengantisipasi lonjakan, Jasa Marga meningkatkan kapasitas jalan beberapa ruas tol strategis, seperti di Palikanci, Jagorawi, dan Padaleunyi. Di Gerbang Tol Cikampek Utama, lima lajur transaksi baru telah ditambahkan, sehingga total kapasitasnya kini mencapai 36 lajur.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian penting dari strategi Jasa Marga. Rest Area Management System (RAMS) telah diterapkan di 19 rest area untuk memantau kapasitas parkir secara real-time.
Baca Juga: Menko AHY Beri Perhatian Pembangunan Indonesia Timur
Selain itu, pemasangan Lane Control Signal (LCS) dan CCTV dengan resolusi tinggi di titik-titik strategis. Ini memungkinkan pemantauan lalu lintas secara langsung, memberikan informasi cuaca, dan membantu pengendara lebih antisipatif dalam merencanakan perjalanan.
Jasa Marga juga meningkatkan fasilitas di rest area untuk kenyamanan pengguna jalan. Di antaranya adalah penambahan 114 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), 761 toilet tambahan, dan pos kesehatan.