berita

YCK Nilai Meditasi Turunkan Risiko Gangguan Kesehatan Mental

Minggu, 15 Desember 2024 | 15:00 WIB
Guru Meditasi dan Praktisi Energi Bunda Arsaningsih kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (14/12/2024). (RRI/Aditya Prabowo)

RIAUMAKMUR.COM - Yayasan Cinta Kasih (YCK) menilai meditasi menjadi salah satu cara untuk menurunkan risiko terjadinya gangguan kesehatan mental. World Health Organization (WHO) mencatat 1 dari 8 orang di dunia memiliki masalah kesehatan jiwa.

“Meditasi memberikan solusi dalam kesehatan mental dengan mengajak masyarakat untuk berkesadaran dalam mengolah rasa.

Seringkali, kita mengabaikan masalah dalam diri sendiri, padahal itu justru sumber dari ketidaknyamanan yang kita rasakan,” kata Guru Meditasi dan Praktisi Energi Bunda Arsaningsih kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (14/12/2024). 

Baca Juga: Habiskan Banyak Biaya, Presiden Sarankan Perbaikan Sistem Pemilu

Arsaningsih mengatakan, data Kementerian Kesehatan sekitar 2 persen penduduk usia di atas 15 tahun memiliki gangguan jiwa. Kemudian, 1,4 persen diantaranya mengalami depresi, namun hanya 12,7 persen dari jumlah tersebut yang berobat.  

“Dengan prevalensi yang cukup tinggi ini, isu kesehatan mental merupakan sebuah isu nasional yang bisa mengganggu produktivitas dari para pekerja.

Kami mengajak masyarakat untuk meditasi dengan pendekatan Bedah Karma dengan memahami konsep karma atau takdir,” ucapnya. 

Baca Juga: Kemenkes: 50 Persen Puskesmas Sediakan Layanan Kesehatan Jiwa

Menurut Arsaningsih, karma diyakini sebagai bagian dari proses kehidupan seseorang dalam interaksi sosial.

 Meditasi kemudian dipandu Bunda Arsaningsih dengan metode Soul Reflection dan metode ini menitikberatkan pada pengenalan energi dalam diri. 

“Semua ini berdasarkan hukum energi, energi negatif bisa dibersihkan dengan energi yang lebih besar.

Diawali dengan edukasi tentang bagaimana energi bekerja dan kenapa kita perlu mengenal masalah dalam diri,” ujar Arsaningsih.

Tags

Terkini