berita

Gabah hingga Kelapa Sawit Dongkrak Nilai Tukar Petani, Daya Beli Petani Tanah Air Kian Menguat

Selasa, 2 September 2025 | 21:11 WIB
BPS mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2025 naik 0,76 persen. (Instagram/a.amran_sulaiman)

RIAUMAKMUR.COM - Kementerian Pertanian (Kementan) menyambut positif capaian sektor pertanian yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Nilai Tukar Petani (NTP) Agustus 2025 tercatat 123,57 atau naik 0,76 persen dibandingkan bulan sebelumnya yang sebesar 122,64.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan kenaikan ini dipengaruhi oleh meningkatnya Indeks Harga yang Diterima Petani (It) sebesar 0,84 persen.

Angka itu lebih tinggi dibandingkan kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) yang hanya 0,08 persen.

Komoditas seperti gabah, kelapa sawit, jagung, dan bawang merah menjadi penyumbang utama peningkatan harga yang diterima petani.

"Subsektor tanaman pangan mencatat kenaikan NTP tertinggi dengan 2,40 persen, diikuti tanaman perkebunan rakyat naik 1,24 persen, serta subsektor perikanan yang meningkat 0,78 persen," ujar Pudji dalam keterangan pers pada Senin 1 September 2025.

Berdasarkan wilayah, 26 dari 38 provinsi tercatat mengalami kenaikan NTP.

Bengkulu menempati posisi tertinggi dengan kenaikan 3,89 persen, terutama berkat subsektor perkebunan rakyat, khususnya kelapa sawit yang melonjak 7,29 persen.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai capaian ini sebagai sinyal positif bagi ketahanan pangan nasional.

"Kenaikan NTP menunjukkan bahwa daya beli petani terus membaik. Angka tersebut menandakan petani memiliki surplus, di mana nilai produksi yang diterima lebih besar dibanding biaya yang dikeluarkan," ujarnya.

Amran menambahkan, keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama pemerintah, petani, dan pemangku kepentingan.

Program percepatan tanam dan panen raya, penyediaan pupuk bersubsidi, akses pembiayaan lewat Kredit Usaha Rakyat (KUR), pemanfaatan benih unggul, hingga mekanisasi pertanian disebut turut mendorong produktivitas dan daya saing petani.

"Kementan akan terus memastikan setiap rupiah hasil panen yang diterima petani memberikan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan mereka," tegas Mentan Amran.

"Inilah misi besar Kementan untuk mewujudkan kedaulatan pangan sekaligus meningkatkan kualitas hidup petani Indonesia," pungkasnya.***

Tags

Terkini