RIAUMAKMUR.COM, PEKANBARU - Dari total 6.172 Hektare (Ha) luasan Taman hutan raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim (SSH) yang ada di provinsi Riau. Saat ini kondisinya sudah 70 persen yang dirambah, mayoritas perambahan tersebut digunakan untuk perkebunan kelapa sawit.
Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Minas Tahura, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau, Dr Matnuril mengatakan, terkait kondisi Tahura SSH tersebut, pihaknya melakukan Konsultasi Publik Revisi Penataan Blok dan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Tahura SSH bersama instansi terkait.
"Konsultasi publik ini dilakukan untuk melakukan penataan blok baru dikawasan Tahura SSH. Karena berdasarkan hasil evaluasi, terhadap penataan blok yang sebelumnya banyak terjadi ketidaksesuaian dengan kondisi dilapangan saat ini," katanya.
Dilanjutkan Nuril, contoh yang terjadi dilapangan yakni terjadi konflik penguasaan non prosedural.
Sehingga dilokasi tersebut tidak bisa dilakukan rehabilitasi, sehingga untuk melakukan upaya rehabilitasi melalui kemitraan harus dilakukan perubahan fungsi blok. Seperti yang dulunya blok khusus, menjadi blok rehabilitasi.
"Sehingga kemitraan konservasi untuk perbaikan ekosistem bisa diterapkan," sebutnya.
Dijelaskan Nuril, saat ini di Tahura terdapat lima blok, seperti blok pemanfaatan, blok koleksi, blok perlindungan, blok rehabilitasi dan blok khusus. Untuk penataan blok terbaru ini dominasinya ada pada blok rehabilitasi.
"Karena berdasarkan hasil inventarisasi yang dilakukan oleh tim dari Universitas Riau, sekitar 71 persen kawasan Tahura SSH ini sudah dilakukan perambahan yang didominasi kebun kelapa sawit, kemudian ada juga pemukiman, fasilitas sosial, fasilitas umum dan juga termasuk jalan desa," ujarnya. ***
Artikel Terkait
DLHK Riau Serahkan 70 Paket Sembako Lebaran untuk THL, Murod: Semoga Bermanfaat
Tingkatkan Layanan Masyarakat, DLHK Pekanbaru Gunakan Aplikasi PEKA
Peringati Hari Lingkungan Hidup, DLHK Riau Bersih-bersih di Pantai Marina Dumai
DLHK Riau Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Pantai Marina Dumai
3,2 Ton Sampah Berhasil Dipungut dari Aksi Bersih Pantai Marina PT KPI RU Dumai, DLHK Riau dan Berbagai Pihak
Tanam 1.000 Bibit Produktif, Kepala DLHK Riau Dorong Perhutanan Sosial di Kuansing untuk Lindungi Hutan
Persetujuan Perhutanan Sosial Riau Sudah 122 Ribu Hektar, DLHK Fasilitasi Pelaksanaan RKPS dan RKT 2023
Hasil Penelusuran DLHK Riau, Kayu Tual Ilegal di Sungai Gulamo Diduga Asalnya dari Pangkalan Sumbar
DLHK Pekanbaru Segera Siapkan Sistem BLUD Pengangkutan Sampah
Nekat Merambah Hutan di Desa Sahilan Darussalam, Tiga Operator dan Ekskavator Diamankan Polhut DLHK Riau
DLHK Riau Panggil Pemilik Tiga Ekskavator Perambah Hutan di Sahilan Darussalam Kampar
Aduh, Hutan Alam di Kampar Dirambah Habis, Ini Kata DLHK Riau
Kepala DLHK Riau Dorong Pendidikan Lingkungan Hidup Masuk Kurikulum Merdeka Mulok
Pemilik 3 Alat Berat Perambah Hutan di Kampar Mangkir Dipanggil DLHK Riau
Pencemaran Air Sungai Siak: Penyelidikan oleh DLHK Provinsi Riau dan DLH Kabupaten Siak
Kepala DLHK Riau: Kontrak Swakelola Tipe IV antara BRGM dan Pokmas Dongkrak Ekonomi Masyarakat Pulau Padang
Cuaca ekstrem, DLHK Pekanbaru Tambah Jadwal Siram Pohon
Semarak HUT Ke-78 RI, UPT DLHK Riau Gelar Perlombaan
Kepala DLHK Riau dan PT KPI Tanam 7.800 Mangrove di Kampus Unri Dumai
Fahutsains Sosialisasi Program RPL di DLHK Riau