RIAU MAKMUR.COM, KAMPAR- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia bersama pemerintah Kabupaten Kampar menggelar Rapat Koordinasi Perkembangan Penyelesaian Aset Bermasalah Tahun 2024 di wilayah Provinsi Riau secara virtual.
Satuan Tugas Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Kasatgas Korsupgah) Wilayah VI KPK RI, Agus Priyanto akan bertugas dalam pengembangan penyelesaian aset bermasalah di wilayah Provinsi Riau pada tahun 2024.
"Korsupgah akan bekerja sama dengan instansi pemerintah daerah seperti Bupati Bengkalis Kasmarni, yang telah menyambut dan apresiasi kepada tim monitoring dan supervisi KPK RI,"ujarnya.
Ia menambahkan langkah-langkah KPK RI dalam penyelesaian aset Pemerintah Daerah yakni Pemutakhiran Dokumen Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2024.
"Dokumen KEM-PPKF Tahun 2024 akan menjadi acuan penyusunan Nota Keuangan dan RAPBN Tahun Anggaran 20243 serta Pemantauan Tren Penindakan Kasus Korupsi,"tambahnya.
Sementara itu, usai mengikuti Zoom meeting bersama KPK-RI itu, Pj Sekda Kampar Yusri menjelaskan momen ini merupakan momen awal dari pelaporan aset milik Pemerintah Daerah yang dikuasai pihak lain untuk segera ditindaklanjuti agar tidak menjadi dualisme kepemilikan aset tersebut.
Pj Sekda Kampar meminta kepada kepala OPD dan Camat untuk melaporkan aset yang belum terdata kepada BPKAD. Ini adalah langkah untuk mengurangi masalah pengamanan aset daerah dan memastikan transparansi dan keadilan dalam penanganan aset bermasalah.
Ia menambahkan RUU Pengelolaan Aset Daerah adalah RUU prioritas dalam long list Program Legislasi Nasional 2020-2024. Dokumentasi dan pengelolaan aset daerah diperlukan untuk memastikan transparansi dan keadilan dalam pengelolaan aset.
" Pertemuan ini bertujuan untuk meningkatkan pemberantasan korupsi di wilayah provinsi Riau. KPK berusaha untuk mengurangi korupsi dan memastikan keadilan dalam pengelolaan aset bermasalah,"ujarnya.
Dalam pertemuan ini, Pemerintah Daerah dapat mengetahui tentang perkembangan penyelesaian aset bermasalah tahun 2024 di wilayah provinsi Riau, serta langkah-langkah yang diterima untuk mengurangi korupsi dan memastikan transparansi dan keadilan dalam pengelolaan aset daerah.
Turut hadir mendampingi Pj. Sekda Kampar, Kepala Inspektorat Kabupaten Kampar Febrinaldi Tridharmawan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Perkim) Kabupaten Kampar Rusdi Hanip, ST MT dan Kepala Bagian Hukum Setda Kampar. ***
Artikel Terkait
Suami Zaskia Gotik Diperiksa KPK Sebagai Saksi Kasus Pembangunan Gereja di Mimika
Ketua MK, Presiden, Walikota Solo dan Ketua PSI Dilaporkan KPK Buntut Putusan MK
Usai Buat Heboh Lewat Pernyataan Terkait Kasus Kopi Sianida, Wamenkumham Ditetapkan Tersangka Oleh KPK
Wamenkumham Eddy Hiariej Ditetapkan Tersangka Oleh KPK, Ini Perannya di Kasus Kopi Sianida
Kasus Korupsi di Kemenkes, Lima Orang Dicegah KPK ke Luar Negeri
Ketua Komisi IV DPR RI Diperiksa KPK, Buntut dari Kasus Dugaan Korupsi Menteri Syahrul Yasin Limpo
Otto Hasibuan Batal Laporkan Perkara Fitnah Wamenkumham Eddy Hiariej Karena Kasian Ditetapkan Tersangka KPK
Gelar Festival Pemuda Bertema Narkoba, Pemkab Bengkalis Tak Bawa OKP Anti Narkoba, KIPAN Ancam Melapor ke KPK dan Kejati Riau
KPK Akan Usut Transaksi Mencurigakan Yang Mengarah Korupsi Dari Temuan PPATK Soal Kampanye Pemilu 2024
Mantan Bupati Kepulauan Meranti Dizinkan Keluar Rutan Satu Hari Melihat Anaknya Yang Wafat, Akan Dikawal KPK