Kemenko PMK Ajak Anak Siap Hadapi Krisis Iklim

photo author
Hasmawi RM, Riau Makmur
- Minggu, 8 Desember 2024 | 19:00 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno saat memberikan sambutan di acara Festival Aksi Generasi Iklim di Jakarta, Sabtu (7/12/2024). (Tangkapan layar youtube Kemenko PMK)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno saat memberikan sambutan di acara Festival Aksi Generasi Iklim di Jakarta, Sabtu (7/12/2024). (Tangkapan layar youtube Kemenko PMK)

RIAUMAKMUR.COM - Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melibatkan anak-anak dan orang muda di 8 provinsi untuk aksi nyata menghadapi krisis iklim. Pasalnya, krisis iklim ini sangat mengancam kehidupan masyarakat, khususnya anak-anak Indonesia. 

“Saya bangga atas aksi nyata adik-adik yang telah berusaha mengarus-utamakan krisis iklim. Pentingnya keterlibatan kita semua dalam melakukan medikasi, antisipasi dan adaptasi krisis iklim yang telah mengancam kehidupan kita,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno saat memberikan sambutan di acara Festival Aksi Generasi Iklim di Jakarta, Sabtu (7/12/2024). 

Lebih lanjut, Pratikno mengajak seluruh generasi muda berperan aktif dan strategis dalam menyuarakan potensi krisis iklim. Hal ini ldilakukan untuk meningkatkan kesadaran publik dalam krisis iklim saat ini.

Baca Juga: Presiden Prabowo Santap Malam Bersama Jokowi di Kertanegara

“Generasi muda, anak-anak muda harus mampu berperan aktif dalam menyuarakan potensi krisis iklim. Ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran publik dalam bersama-sama memedikasi dan mengatasinya adik-adik para 'campaigner' ini,” ucap Pratikno. 

Sementara, krisis iklim dinilai merupakan krisis anak-anak yang membuat beban ganda yang harus ditanggung ke depannya. Hal ini disampaikan Deputi Bidang Koordinator Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK, Woro Srihastuti.

“Anak-anak menanggung beban ganda dari adanya krisis iklim, karena anak-anak terdampak bencana alam dan banyak penyakit. Seperti hujan deras yang luar biasa di Sukabumi ada tujuh jembatan yang putus, dampaknya kepada anak-anak tidak bisa bersekolah,” ujar Woro. 

Baca Juga: ASITA Apresiasi Penurunan Harga Tiket Pesawat Selama Nataru

Menurut Woro, acara Festival Aksi Generasi Iklim ini menjadi langkah awal untuk menyuarakan dan melakukan aksi nyata. Khususnya dalam menanggulangi krisis iklim. 

Mulai dari keluarga sebagai lingkungan terkecil. Sekolah, dan komunitas yang ada di sekitar yaitu masyarakat.

“Itulah yang bisa kita lakukan dan ayo kita bergerak, kami tentu akan terus melakukan upaya koordinatif. Memastikan bahwa kegiatan yang kita arahkan untuk memenuhi hak anak," kata Woro. 

"Ini karena adanya dampak krisis iklim akan terus kita gaungkan terus. Dan saya minta kita memberi ruang yang seluas-luasnya bagi anak-anak kita untuk berkreasi,” ucap Woro. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hasmawi RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X