Target 7.100 Ton per Hari Jauh Panggang dari Api, Bulog Baru Salurkan 1.200 Ton

photo author
Ratna RM, Riau Makmur
- Selasa, 19 Agustus 2025 | 15:17 WIB
Ilustrasi pendistribusian beras SPHP ke pasar dan ritel modern untuk masyarakat. (X.com/PerumBULOG)
Ilustrasi pendistribusian beras SPHP ke pasar dan ritel modern untuk masyarakat. (X.com/PerumBULOG)

RIAUMAKMUR.COM - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengingatkan Perum Bulog agar mempercepat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Pasalnya, stok beras di gudang kian menumpuk dan berpotensi merugikan negara jika distribusi terus berjalan lambat.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemendagri, Tomsi Tohir, menegaskan keterlambatan distribusi beras tidak hanya mengganggu stabilitas harga pangan, tetapi juga menimbulkan risiko kerugian besar.

Baca Juga: Kemendagri Heran Harga Beras Tetap Naik Meski SPHP Bulog Sudah Digelontorkan

“Kalau beras tidak disalurkan, atau disalurkan lambat, dampaknya harga beras jadi naik. Kita belum bisa menurunkannya,” kata Tomsi dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi 2025 yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemendagri, Selasa (19/8/2025).

Ia menjelaskan, beras merupakan komoditas yang mudah rusak jika terlalu lama disimpan.

Mutu beras bisa menurun, harganya turun drastis, bahkan berpotensi harus dimusnahkan.

“Beras ini ada masa simpannya. Kalau kelamaan di gudang bisa rusak, harganya turun, bahkan harus dibuang. Itu jelas akan merugikan negara,” ujarnya.

Program SPHP sendiri berjalan sejak Juli hingga Desember 2025 dengan target penyaluran 1,3 juta ton.

Baca Juga: Sindikat Beras Oplosan SPHP di Pekanbaru Terbongkar, Kapolda Riau: Ini Serakahnomics

Artinya, Bulog seharusnya menyalurkan sekitar 216 ribu ton per bulan atau setara 7.100 ton per hari.

Namun, data menunjukkan realisasi distribusi masih jauh dari harapan.

Hingga saat ini, penyaluran baru mencapai 38.111 ton, atau hanya 2,94 persen dari target. Jawa Timur tercatat sebagai daerah dengan realisasi tertinggi.

Tomsi menegaskan angka tersebut jauh di bawah target minimal bulanan yang seharusnya 16,5 persen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ratna RM

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X