“Kalau realisasi baru 2,94 persen dalam sebulan, itu artinya sangat jauh tertinggal,” tegasnya.
Ia juga menyoroti bahwa penyaluran beras harian baru mencapai sekitar 1.200 ton, masih jauh dari target 7.100 ton per hari.
Kondisi ini membuat lebih dari 80 persen stok beras SPHP berpotensi menumpuk di gudang Bulog.
“Kalau sampai 80 persen beras tersimpan di gudang, sekitar 1 juta ton, maka kualitasnya bisa turun jadi apek, berjamur, atau terkena hama. Bahkan, beras tahun lalu bisa jadi harus dimusnahkan karena tidak layak konsumsi,” ujarnya menambahkan.
Dengan situasi ini, Kemendagri menekankan perlunya percepatan distribusi agar stok beras dapat segera tersalurkan ke masyarakat, sekaligus menekan potensi kerugian negara.
Artikel Terkait
Produksi Beras Rendah, Pasokan Medium Berkurang di Pasar
Dukung Pencegahan Stunting, UGM Kembang Inovasi Beras Presokazi
Produksi Beras 2024 Turun di Sejumlah Daerah Utama
Mendagri Minta Daerah Perkuat Produksi Beras, Hindari Impor
Pemprov Riau Targetkan Produksi Beras Naik 30% pada 2025, Kurangi Ketergantungan Impor
Pemerintah Hentikan Sementara Penyaluran Bantuan Beras dan SPHP
Mentan Bongkar Kecurangan Beras: Label Premium, Isinya Medium
Pemerintah Salurkan Bansos Beras 360 Ribu Ton, Mentan Ingatkan Pengawasan Ketat dan Siap Tindak Tegas Bentuk Kecurangan
Sindikat Beras Oplosan SPHP di Pekanbaru Terbongkar, Kapolda Riau: Ini Serakahnomics
Kemendagri Heran Harga Beras Tetap Naik Meski SPHP Bulog Sudah Digelontorkan