RIAUMAKMUR.COM - Keterbukaan informasi publik memainkan peran penting dalam sistem pengawasan obat dan makanan.
Sekretaris Utama (Sestama) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Jayadi.
"Ini menjadi momen untuk membuka dan memberikan pertanggungjawaban. Bagaimana kinerja pengawasan BPOM itu bisa diawasi oleh masyarakat," kata Jayadi dalam keterangannya, Selasa (12/11/2024).
Baca Juga: BPOM Aceh Musnahkan Sekarung Kerupuk dan Ratusan Produk Mengandung Boraks
Jayadi juga memaparkan kebijakan dan strategi yang dilakukan BPOM dalam rangka penguatan keterbukaan informasi publik yang merata dan berkeadilan.
Strategi tersebut antara lain penguatan sumber daya manusia (SDM) dan koordinasi, dukungan anggaran, penguatan teknologi informasi.
"Lalu penguatan pelayanan dan penyebarluasan informasi publik digital dan non-digital yang memperhatikan aksesibilitas terhadap kelompok rentan. Serta penguatan, pengawasan, dan evaluasi keterbukaan informasi," ujarnya.
Sementara untuk masyarakat dan pelaku usaha, kata Jayadi, keterbukaan informasi publik mewujudkan aksesibilitas masyarakat terhadap informasi obat dan makanan. Serta standar dan regulasi di bidang obat dan makanan.
"Keterbukaan informasi publik di bidang obat dan makanan akan membawa dampak positif terhadap pembentukan masyarakat sadar obat dan makanan aman. Ini yang terlihat dari peningkatan nilai indeks kesadaran masyarakat terhadap obat dan makanan aman setiap tahunnya," ucapnya
Artikel Terkait
Bisnis Kue Kering Menjamur Jelang Lebaran Idul Fitri 2023, Ini Saran BPOM
17.780 Obat Tanpa Izin Edar di Rohil Disita BPOM Pekanbaru, Ini Daftarnya
Penjualan Sudah 10.000 Paket, BPOM Temukan Produk Kosmetik Hingga Panganan Ilegal dari Toko Online
BPOM Pekanbaru Amankan Kosmetik dan Makanan Ilegal Senilai Miliaran Rupiah
BPOM Aceh Pasang Poster Imbauan Bahaya Boraks di Sejumlah Pasar Retail Pangan
BPOM Aceh Dukung UMKM, Permudah Proses Izin Edar Pangan
BPOM Aceh dan RRI Banda Aceh Gelar Dialog Efektivitas Pemberian Makanan Bergizi Gratis