RIAUMAKMUR.COM - Sesuai dengan arahan Gubernur Riau terkait konflik perkebunan beberapa waktu lalu diperlukan perluasan cakupan Tim Satuan Tugas (Satgas) Terpadu untuk penanganan konflik lahan yang ada di Provinsi Riau. Terkait hal itu Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, Zulkifli Syukur menggelar rapat penyusunan Tim Satgas tersebut yang dihadiahkan di Ruang Rapat Menara Lancang Kuning Kantor Gubernur Riau, Senin (29/1/2024).
Sebelumnya Tim Satgas beranggotakan pegawai di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Untuk memperluas cakupannya, Tim Satgas Terpadu kini melibatkan aparat kepolisian, TNI, kejaksaan, hingga lembaga adat.
Zulkifli mengatakan, Tim Satgas Terpadu akan melakukan identifikasi, inventarisasi, verifikasi, dan klarifikasi konflik lahan di Provinsi Riau. Setelah itu, tim akan merumuskan konsep atau merekomendasikan penyelesaian konflik kepada Pemerintah Daerah berdasarkan bidang kewenangannya.
"Tim akan memberikan rekomendasi sesuai peraturan perundang-undangan sehingga dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat," tambahnya.
Diterangkannya, untuk personel atau anggota yang akan turun dalam Tim Satgas Terpadu ini belum bisa ditentukan. Namun, masing-masing Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah merekomendasikan bidang-bidang apa saja yang akan turun ke lapangan.
Polda Riau merekomendasikan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum), Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus), Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam), dan Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas). Sedangkan dari Kejaksaan Tinggi merekomendasikan bidang Intelejen, bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), dan bidang Pidana Khusus (Pidsus).
"Dari Korem Seksi Intel dan Hukum Korem. Sedangkan BPN (Badan Pertahanan Nasional) akan membidangi data fisik, yuridis, dan penanganan kasus pertanahan," jelasnya.
Zulkifli melanjutkan, anggota dari Pemerintah Provinsi akan menyesuaikan dengan masukan dari Biro Hukum dan Biro Tata Pemerintahan. Nantinya bisa dikoordinasikan dengan Dinas Perkebunan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Menutup rapat hari ini, Zulkifli menyampaikan, setelah rapat ini akan diadakan pertemuan sekali lagi setelah menyurati stakeholder terkait nama-nama anggota yang akan masuk dalam Surat Keputusan (SK) satgas ini. Ia berharap, Biro Hukum dan Biro Tata Pemerintahan menggesa pekerjaannya agar SK selesai lebih cepat dan bisa dilaporkan pada pimpinan.
"Setelah ini saya berharap Biro Tapem dan Biro Hukum untuk gesa secara cepat. Nanti kita adakan rapat sekali lagi sehingga SK bisa selesai dan kita lapor pada pimpinan," tutupnya.
Artikel Terkait
Polres Rohil Amankan Dua Tersangka Pembakaran Lahan
Ini Kata Sekdaprov Riau Soal Pembebasan Lahan Simpang Empat Panam
Ini Kata Sekdaprov Riau Soal Pembebasan Lahan Simpang Empat Panam
Didanai APBN, Pemprov Riau Kebut Ganti Rugi Lahan Rencana Pembangunan Fly Over Subrantas - Garuda Sakti
Lahan di Desa Rimbo Panjang Kebakar, Polsek Tambang Lakukan Pemadaman Karhutla
Polisi di Rohil Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Lahan
Luruskan Misinformasi Sengketa Lahan, PT DSI Beri Penjelasan ke Komisi I DPRD Riau
Petugas Manggala Agni dan TNI Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan di Kampar
Budidaya Klengkeng Mandiri, Wagub Riau Contohkan Pemanfaatan Lahan Kosong
Personil Gabungan Lakukan Pendinginan Lahan Terbakar di Ukui, Beruntung Dibantu Hujan
Tim Satpol PP Pekanbaru Beri Teguran Keras Penimbun Lahan di Jalan Yos Sudarso
BPBD Pekanbaru Catat 39,9 Hektar Lahan Terbakar Selama 2023
Tuntaskan Sengketa Lahan Ruas Jalan Pekanbaru - Dumai, DPRD Riau Rekomendasikan Bentuk Tim Terpadu
Pemilik 26 Hektare Lahan Terbakar di Desa Aur Cina Inhu Diringkus Polisi
Abdul Kasim Harap Pemprov Riau Serius Bantu Masyarakat Dalam Sengketa Lahan di Jalan Lintas Pekanbaru- Dumai
5.600 Hektare Lahan Sawit Riau Siap Untuk Dilakukan Tumpang Sari
Lahan 2.500 Ha Tidak Serta Merta Milik Pengusaha, Kadis LHK Sarankan Koordinasi ke KLHK
Kodim 0313 KPR Melalui Koramil 16 Tapung Turut Menjaga Keamanan Eksekusi Lahan di Kota Garo
Pembangunan Flyover Simpang Panam, Pemprov Riau Siapkan Dana Rp 70 Miliar untuk Tahap Pembebasan Lahan
Bahas Lahan Bermasalah, Gubri akan Kumpulkan Perusahaan Kelapa Sawit di Riau